Terkini
Berita Pantas:
Home » , » Saintis Tidak Percaya pada Pencipta

Saintis Tidak Percaya pada Pencipta

Saintis Stephen Hawking yakin bahwa keberadaan manusia dan alam semesta bukan hasil ciptaan Tuhan, melainkan muncul dengan sendirinya. Sebab ada hukum gravitasi, alam semesta bioleh menciptakan dirinya sendiri. Dia kata tidak ada kekuatan ilahiyah yang dapat menjelaskan mengapa alam semesta ini terbentuk.

Dalam buku terakhirnta, The Grand Design, Hawking menjelaskan "Sebab di sana ada hukum gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri."

Alam ada penciptanya

SYED Qutub berkata: "Surah ini merupakan satu contoh yang jelas dari sifat-sifat juzu' Amma itu. Pada seni kata ayat-ayatnya terdapat paluan yang keras yang sesuai dengan jenis pemandangan, jenis irama, bunyi kata-kata dan saranan makna-maknanya. Di antara pemandangan-pemandangannya ialah bintang yang muncul di waktu malam, bintang yang cahayanya menembusi angkasa raya, air mani yang memancut, hujan yang turun dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh. Di antara persoalannya ialah pengawasan Allah di atas setiap jiwa."

Firman Allah SWT yang bermaksud: Demi langit dan "At-Taariq" dan apa jalannya Engkau dapat mengetahui apa Dia "At-Taariq" itu? (At-Taariq) ialah bintang yang menembusi (sinaran cahayanya), tiada sesuatu diri juapun melainkan ada malaikat yang menjaga (Keadaannya serta menyimpan catatan mengenai segala bawaannya).

Firman Allah SWT: Demi langit dan "At-Taariq" Syeikh al-Maraghi berkata: "Kebanyakan sumpah yang dilakukan oleh Allah SWT dalam al-Quran menggunakan lafaz: Demi langit, matahari, bulan dan malam. Ini disebabkan keadaan benda-benda tersebut bentuknya, peredarannya, terbit dan tenggelamnya merupakan keajaiban yang menakjubkan. Bagi orang yang mahu merenung dan memikirkannya menjadi bukti bahawa benda-benda tersebut nescaya ada yang menciptakannya dan mengaturnya yang tiada sekutu dengan sesiapa pun dalam mencipta dan mengadakannya."

Firman Allah SWT: Dan apa jalannya Engkau dapat mengetahui apa Dia "At-Taariq" itu? (At-Taariq) ialah bintang yang menembusi (sinaran cahayanya)

Qatadah dan juga yang lain mengatakan: "Disebutnya bintang dengan sebutan Taariq kerana bintang itu hanya dapat dilihat pada malam hari dan sembunyi (tidak terlihat) pada siang hari. Hal ini ditegaskan dengan apa yang disebutkan dalam hadis sahih yang bermaksud: "Seorang lelaki dilarang mengetuk pintu rumah isterinya, yakni mendatangi mereka secara mendadak pada malam hari".

Ibnu Abbas berkata: "Al-Thaqib bermaksud yang bercahaya."

Firman Allah SWT: Tiada sesuatu diri juapun melainkan ada malaikat yang menjaga (Keadaannya serta menyimpan catatan mengenai segala bawaannya).

Syed Qutub berkata: "Dalam ungkapan ini terdapat satu penegasan yang kuat iaitu tiada satu jiwa pun melainkan ada penjaga yang mengawasi, memerhati dan memeliharanya. Ia ditugaskan dengan perintah Allah supaya menjaganya. Allah menyebut "jiwa", kerana jiwalah tempat simpanan rahsia dan fikiran manusia dan pada jiwa itu dihubungkan amalan dan balasan. Di sana tidak ada kacau-bilau dan keadaan tidak menentu."

Manusia yang hidup di bumi ini tidak dibiarkan bebas tanpa penjaga. Mereka tidak dilepaskan begitu sahaja dalam liku-liku kehidupan tanpa pengawal. Mereka tidak ditinggalkan bebas boleh membuat apa sahaja tanpa pengawasan, malah kegiatan hidup mereka dirakamkan dengan teliti dan hisab, malah mereka kelak adalah diasaskan di atas catatan yang berhemat dan secara langsung.

Penutup

Ayat-ayat ini menyatakan saranan-saranan hebat dan membuatkan seseorang itu merasakan bahawa dia tidak pernah keseorangan. Andainya dia keseorangan akan diawasi oleh penjaganya. Di sana ada pengawas yang memerhatinya apabila ia berada seorang diri atau jauh daripada segala mata atau berada di tempat yang aman kesibukan.

Di sana tetap ada penjaga dan pemerhati yang dapat membukakan segala penutup dan menembusi segala yang tersembunyi sama seperti cahaya bintang yang dapat menembusi tabir kegelapan malam. Ciptaan Allah itu serupa sahaja sama ada pada jiwa manusia atau pada kejadian yang lain di seluruh alam.

Semoga kita menjadi umat Muhammad yang sentiasa menjunjung titah perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Amin.

Lapuran The Times

Stephen Hawking Doubts God Was CreatorDid creation need a creator? British physicist Stephen Hawking says no, arguing in his new book that there need not be a God behind the creation of the universe.

The concept is explored in “The Grand Design,” written by Hawking with physicist Leonard Mlodinow. It will be published on Thursday.

The book challenges Newton’s theory that God must have been involved in creation because our solar system couldn’t have come out of chaos simply through nature. But “The Grand Design’’ says physics can explain everything.

“Spontaneous creation is the reason there is something rather than nothing, why the universe exists, why we exist. It is not necessary to invoke God to ... set the universe going,” an excerpt says. 
Profil
Stephen William Hawking lahir di Oxford, 8 Januari 1942 adalah seorang ahli teori fisik. Ia putra dari seorang guru besar matematik di Universitas Cambridge.

Hawking terkenal karena sumbangannya di bidang fisika kuantum. Di bidang agama, menurut bekas istrinya, Jane, Hawking adalah seorang atheis. Namu Hawking mengaku bahwa ia "tidak religius secara akal sehat" dan ia percaya bahwa "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum."
Kongsi dan sebarkan artikel ini :

2 Komen:

Tanpa Nama berkata...

Great post! You should definitely follow up to this topic!!!

Olga

Tanpa Nama berkata...

I'm glad that you wrote this post!!!

-Thank You,
Gracie

PROGRAM DAN AKTIVITI TERKINI

 
Support : Creating Website | Omarali | SUKMA Template
Copyright © 2008. MASJID IKHWANUL ISLAM TAMAN SUKMA - All Rights Reserved
Original Design by Creating Website Modified by Haji Omarali Matjais